Fictionary

Menertawakan Bahagia

Sungguh lepas tawamu malam ini. Akupun demikian. Kita membicarakan tentang begitu banyak. Ada tentang hujan yang turun, ada tentang hewan yang melahirkan, ada pula tentang artis dan orang tuanya. Kita tak peduli apa tujuan apa makna. Begitu mudah tawa meluncur dari semua pembicaraan kita malam ini.

Masih dalam bahagia, aku menatap langit malam ini. Kutatap bintang yang mungkin kebingungan kenapa kita tak berhenti tertawa. Melihatnya membuatku membayangkan suatu hal. Aku ingat katamu waktu itu, kau suka bintang. Sangat suka.

Lalu terpikir olehku, apakah bila aku mampu mengambil bintang, paling tidak satu saja, lalu menaruhnya di tanganmu…. Tetap sukakah kau dengan bintang di tanganmu itu?

Semua seharusnya tetap di tempatnya agar indah. Memaksanya menjadikan seperti ingin kita hanya merusak tatanan dan membuatnya makin buruk.
Ah sudahlah. Mari kita menertawakan hal lain lagi.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s