Fictionary

Mengejar

Sedang tertawa tapi tak lucu. Apa yang dia buat? Langkah cepat sekali. Tak mampu aku mengejar. Sungguh dia tampak buru-buru. Tak biasa, buru-buru tapi tertawa, tapi tak lucu. Ada apa dengannya. Aku hanya terengah-engah mengejarnya dalam bingung.

Tangan kirinya tiba-tiba terangkat, melambaikan ke depan, ada suara: “Ayo cepat, sebentar lagi sampai!” 

Ah dia bisa berinteraksi juga ternyata. Penasaran aku dengan mukanya. Aku menggunakan sisa tenagaku mengejarnya. Makin aku mengejarnya, makin aku tertinggal. Sial! Dia makin jauh dari pandangan. Aku beranikan teriak, “TUNGGU!!”. Tak ada guna ternyata. Dia hanya tetap berjalan cepat sambil tangannya mengayun memanggil-manggil. Aku tak mau menyerah…

Aku ambil langkah yang makin lambaaat… Tenagaku habis. Tak mampu lagi aku berjalan cepat. Bahkan sebentar lagi aku tak mampu berjalan dan hanya merangkak saja mampuku. Sementara ia, tak terkejar sudah. Gagal! Aku gagal!!! 

Aku terjerembab karena tak ada lagi energi. Aku pasrah. Aku terengah-engah hanya berusaha bertahan hidup. Mataku hampir tertutup, tiba-tiba air membasahi mukaku. Kupikir hujan, tapi hanya di muka. Kulihat tangan itu dan badan itu. Itu dia. Itu dia. Kutengok sedikit ke atas badan, kutatap mukanya. Begitu rupanya. 

“Kau sudah berhasil. Bukan karena aku terkejar, tapi karena kau tak menyerah sampai nafas terakhirmu. Itu berhasil. Selamat.”

Blibli.com

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s