Think Out Loud

Tentang Saudara

Gua kangen juga masa-masa waktu gua masih idolain lu gitu koh“. (Erwin, di Cek Toko Sebelah).

Quote di film itu bener-bener nampol sih buat gua. Ketika banyak orang bilang film ini tentang keluarga, buat gua ini tentang saudara. Gua selalu tertarik hubungan saudara karena gua ga punya contoh yang ideal gimana dan gua juga ga tau jadi gua mestinya gimana sebagai kakak. Selama ini ya gua hanya jalankan peran kakak secara abstrak tanpa berharap ade gua ngikutin gua. Cuma waktu ade gua kelas 3 sma, gua sadar sesuatu yang penting.

Saat ade gua kelas 3 SMA, dia akan memilih universitas untuk kuliah. Dia dengan mantap memilih UI sebagai pilihan satu-satunya. Buat dia, UI adalah yang terbaik. Pokoknya kalau bukan UI, gamau. Bahkan dia uda dimasukin ke swasta, uda ospek, kuliah, tetep ga mau. Ini masa-masa yang sangat stressful buat gua sekeluarga. Ga paham banget gua awalnya, kenapa sih dia ngotot untuk tetep kuliah di UI. Singkat cerita setelah dia nyoba di tahun kedua dia berhasil masuk UI dan uda lulus tahun lalu.

Belakangan gua baru ngerti sih kenapa dia jadi fanatik banget sama UI. Ternyata juga bukan masalah UI-nya aja. Tapi kayaknya lebih karena dia melihat gua. Gua lulusan UI juga. Selama dia sekolah dari SMP, dia selalu diperdengarkan cerita kalau gua itu hebat karena bisa masuk UI. Sungguh, cerita dari orang tua gua sangat rutin. Berulang-ulang sepanjang tahun. Itu kayaknya yang jadi alesan utama dia untuk pilih UI. Dia mengidolakan gua. Awalnya gua ga percaya ama hipotesis gua ini. Tapi, gua juga inget-inget lagi waktu dari kecil dia selalu ingin punya sesuatu yang kayak punya gua. Sampe sekarang kadang begitu. 

Kesadaran ini bikin gua jadi mikir, gua kayak gimana ya? Gawat juga diidolain. Gua yang masih kadang blee ini jadi idola. Wah, bahaya. Tapi itu bener sih, makanya gua bilang hubungan saudara itu unik. Ada iri, ada kompetisi, ada sebel, tapi juga ada rasa sayang, rasa ingin membantu, ingin bekerjasama. Sungguh unik.

Menjadi anak sulung yang jadi contoh memang ga akan gampang. Demikian juga menjadi anak bungsu yang harus menghidupi standar kakaknya. Semua punya keseruan masing-masing. Yang penting, saudara adalah hubungan yang tak akan terurai sampai hidup kita usai. 

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s