Fictionary

Amnesia

Hai teman, siapa namamu? Aku lupa. Minggu lalu kita berjumpa, tapi seperti biasa. Aku tak ingat namamu. Hanya ingat kau ada. Bahkan selalu ada. Tapi, aku benar-benar tak ingat namamu. Maukah kau beritahu aku sekali lagi? Atau mungkin beberapa kali lagi…

Hai (lagi) teman, namamu adalaah….. adalah…. adalah…. hmmmm…. siapa namamu? aku lupa. Seperti biasa, aku tak pernah ingat namamu. Kau sudah memberitahuku minggu lalu. Aku selalu lupa. Padahal aku ingat kau ada dan kau baik. Tapi aku tak pernah dapat mengingat namamu. Bolehkah… Aku memintamu lagi untuk memberitahu namamu? 

Halooo…. hm hm hm…. kali ini aku akan tahu namamu. Namamu adalahh….. Diam kau jangan senyum-senyum meledek. Aku bisa kali ini. Bisa! Namamu adalah….. Arrggghhh aku sebal pada ingatanku ini. Lagi-lagi tak mampu aku mengingat namamu. Otakku ini kenapa ya. Siapa namamu? 

Halo teman baru. Iya, anggap saja kita teman baru. Aku tak ingat namamu. Percuma aku berusaha mengingat juga. Jadi, anggap saja kita baru pertama bertemu. Maafkan aku. Aku malu kalau harus lupa terus namamu. Walaupun kita sudah dekat, bercerita tanpa sekat, namun ingatanku terhambat. Lebih baik kita seperti teman baru yang jumpa pertama kali. Agar kau tak kecewa. Iya, kita dekat, namun kini anggap saja tak lagi. Mulai lagi dari awal. 

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s