Random

Ada kalanya

Kita butuh hening sejenak. Bukan lari dari segala masalah, hanya untuk memberi jiwa kesempatan.

Pernahkah kau berpikir kalau dunia ini terlalu ramai? Ada tentang uang, ada tentang makan, ada tentang narkoba, ada tentang bencana, ada tentang bahagia. Banyak sekali suara yang datang hilir mudik. Sekali dua kali seperti itu tidak apa-apa, malah menyenangkan, memberi warna. Hanya saja, kalau semuanya terus menerus ada, kapan tiada bisa masuk? Haruskah ia dilupakan?

Kini aku merasa dunia sungguh berwarna, sampai aku tak tahu lagi rasanya tak berwarna. Jiwaku belum sempat meresapi atau menikmati warna yang satu, warna lain sudah datang, begitu seterusnya. Akhirnya jiwa ini menyerah dan ikut terombang ambing. Hilang pribadinya, tercampur, ingin meledak.

Lagi kutekankan di sini, bukan aku tak suka ramai, bukan pula aku takut terombang ambing (karena kadang ramai itu asik, kadang ombang ambing tak pasti itu seru). Aku hanya ingin memberi kesempatan pada jiwa ini menjadi dirinya yang utuh, yang paham apa itu kejadian-kejadian yang menerpa. Saat ini, aku hanya ingin diam, tak banyak bicara, menatap langit, menanti matahari pulang, menyambut bulan (dan kalau beruntung, bintang). Rindu untuk itu, sudah lama tak terasa.

Atau sebenarnya jiwa sudah lama merasa tapi tak kudengar, saking ramainya. Maafkan aku. Semoga sehabis ini kita bisa bekerjasama lebih baik.

Semoga.

Semoga.

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s