Fictionary / Uncategorized

Ambivert

Malam, purnama, dan melodi. Paduan sempurna menemani jiwa tenang saat ini. Hari ini begitu ramai, tidak seperti pasar sih, tapi cukup ramai hingga membuatku lebih banyak diam dan mengamati. Tadinya aku ingin banyak bicara, tapi lagi-lagi seperti biasa, aku gagal. Hm, ketika sudah banyak suara lain, aku lebih banyak hening seakan tak mampu bicara. Ah, … Continue reading

Fictionary

Kau Lagi

K Kau masih terjaga malam ini, detik ini, momen ini. Tak lelah kah kau?  L Siang tadi kau memberiku makanan yang begitu enak, aku terharu. Aku pernah sih makan yang lebih enak, tapi makanan yang kau beri tadi datang tepat waktu, ketika aku sedang lapar-laparnya. Terima kasih, kau. Aku duduk di ujung pintu menantimu kembali … Continue reading

Fictionary

Amnesia

Hai teman, siapa namamu? Aku lupa. Minggu lalu kita berjumpa, tapi seperti biasa. Aku tak ingat namamu. Hanya ingat kau ada. Bahkan selalu ada. Tapi, aku benar-benar tak ingat namamu. Maukah kau beritahu aku sekali lagi? Atau mungkin beberapa kali lagi… Hai (lagi) teman, namamu adalaah….. adalah…. adalah…. hmmmm…. siapa namamu? aku lupa. Seperti biasa, … Continue reading

Fictionary / Think Out Loud

Ngeri

Reff: Bangun pagi (sebelum jam 5). Mandi. Sarapan. Berangkat kerja. Sampai kantor. Kerja jam 9. Pulang jam 6 (paling cepat). Sampai rumah. Mandi. Istirahat. Tidur.  Setiap hari aku demikian. Senin sampai jumat. Macet itu adalah “keharusan”. Kalau tidak macet, maka aneh. 12 tahun sudah aku seperti ini. Entah sampai kapan lagi semua begini. Penghasilanku tak … Continue reading

Fictionary

I think I am in love

Pria pada wanita (1) Ini mungkin akan terdengar murahan atau malah menjijikan. Tapi aku tetap ingin mengatakan ini. Kuharap kau bersedia membacanya. Kau ingat kita pertama kali bertemu? Iya, kita bercanda ria di depan perpustakaan ketika itu, pelarian dari tumpukan tugas. Aku masih biasa saja denganmu ketika itu. Namun, sejak itu kita sering sekelompok tugas … Continue reading

Fictionary

(Tak Hanya) Diam

Kata orang, berbicara itu sulit. Buatku, itu bukan hanya kiasan, karena aku tuna wicara sejak lahir. Bukan tak ingin bicara, tapi memang aku tidak diijinkan untuk bicara sampe saat ini. Maaf bila bertemu aku dan aku hanya diam saja, bukan maksud sombong, tapi memang tak mampu.  Hidup tanpa bicara ini unik rasanya. Aku dapat mendengar … Continue reading