Fictionary / Reflection

Namaku

Sakti Matahari. Itu nama pemberian ayah dan ibuku sejak baru lahir. Mereka mengharap aku jadi kuat untuk selalu memberikan energi bagi sekitarku. Kata orang, nama itu doa. Harapan. Namanya juga harapan, selalu akan terbaik. Aku juga ingin memenuhi harapan mereka. Kalau mampu. Kini aku hanya jadi pekerja kantoran biasa. Gajiku juga tak seberapa. Jangankan untuk … Continue reading

Fictionary / Reflection

Hei Kau Manusia!

​Manusia sering kali merasa hidupnya begitu berat. Penuh tekanan katanya. Andai bisa terbang bebas bagai burung. Menurut mereka, jadi burung di udara lebih enak. Manusia. Mereka berpikir hanya dengan cara mereka berpikir, mentang-mentang punya akal budi. Seakan-akan hidup mereka sudah paling berat. Makhluk lain lebih mudah hidupnya. Oh, kadang mereka juga membandingkan dengan sesama mereka. … Continue reading

Reflection

Kangen pada Sepi

Gemerlap ibu kota kembali membawaku pada perasaan kesal karena terlalu ramai. Aku rindu pada desa kita yang sunyi. Memang, tak banyak hal di sana. Dan orang sering mengolok desa kita. Tapi kurasa desa itu… cukup. Tak lebih, tak kurang.  Lagi-lagi aku meracau sambil memandang foto kita ketika berlumpur habis outbound 7 tahun lalu. Kita sama-sama … Continue reading

Reflection

Masa Selanjutnya

Kita tak akan mampu melihat masa depan sebelum ia datang. Iya, mungkin ada prediksi, tapi apa itu sebuah kepastian? God knows. Yang mampu kita lakukan saat ini sebatas melihat ke belakang. Itu kan gunanya dibuat sebuah mata pelajaran berjudul sejarah. Supaya manusia tidak melupakan apa yang sudah terjadi, belajar dari itu agar dapat berbuat lebih … Continue reading

Reflection

Salah dan Benar

Aku selalu mendengar, ada yang benar, ada yang salah. Saat ada yang salah, semua orang mencaci, semua orang memaki. Saat ada yang benar, semua orang memuja, semua orang memuji. Benar… Kamu benar. Salah… Kamu salah. Menjadi salah dan benar tak tentu pada bagaimana kita bertingkah laku. Semua tergantung pada apa kata orang-orang. Orang-orang yang kalau … Continue reading

Reflection

Mengajar atau Belajar

Jumat sampai Minggu lalu gua dapet kesempatan untuk bantu-bantu di youth camp-nya yayasan kdm (yayasan yang bergerak untuk menolong anak-anak marjinal). Gua sangat excited ikut acara ini karena emang gua senang dengan kegiatan yang membantu anak-anak marjinal dan trainingnya keliatan well-prepared, jadi pasti menarik. Peran gua di sana adalah sebagai fasilitator kelompok, bertugas untuk membantu … Continue reading

Reflection

Di Ujung Jalan

Beberapa tahun ini, waktu seperti mesin treadmill yang kecepatannya diatur supaya semakin lama semakin cepat bagiku. Memaksa kaki-kakiku berlari lebih cepat, mengaburkan fokusku pada apapun, hanya berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti kecepatan waktu. Ketika aku berhasil menyesuaikan diri, dia makin cepat. Belum sempat aku menikmatinya, kembali aku dipaksa menyesuaikan dengan kecepatan yang baru. Hanya berlari. … Continue reading