Fictionary / Uncategorized

Ambivert

Malam, purnama, dan melodi. Paduan sempurna menemani jiwa tenang saat ini. Hari ini begitu ramai, tidak seperti pasar sih, tapi cukup ramai hingga membuatku lebih banyak diam dan mengamati. Tadinya aku ingin banyak bicara, tapi lagi-lagi seperti biasa, aku gagal. Hm, ketika sudah banyak suara lain, aku lebih banyak hening seakan tak mampu bicara. Ah, … Continue reading

Uncategorized

Celoteh Lelah

Aku lelah, aku pusing, bisa diam tidak? Semua omelan hanya seperti angin lalu buatku. Percuma. Aku diam bukan paham tapi hanya ingin memendam. Tolong diamlah, ambil istirahatmu. Aku ingin ambil punyaku. Berat mata ini, pikiran ini, badan ini, semua begitu menekan akhir-akhir ini. Kau datang lagi padahal kubilang diam. Di pihak mana kau ini? Aku … Continue reading

Uncategorized

Harapan

Sedalam itu ternyata makna telah terjalin, seakan selamanya dapat tercapai. Ini menjadi dilema yang tak terelakan. Mengikuti cinta atau memuja logika. Kau! Iya, kau! Pasti mengerti waktu aku resah seperti sekarang, mengerti aku ingin bersama. Kita bukan main hanya main. Kita di persimpangan. Antara luka atau luka. Sekarang waktunya memilih. Ini ideku, kita berhenti di … Continue reading