Latest Entries
Think Out Loud

Glad to See You

Being a ‘brand/product consultant’ is a tough job, i should say. We have to accommodate clients’ needs and our capabilities. As a partner, indeed we have to try hard to support the clients. Not always by complying their order, but by giving advise the best and most feasible action to do.  Sometimes, being partner to … Continue reading

Fictionary / Think Out Loud

Ngeri

Reff: Bangun pagi (sebelum jam 5). Mandi. Sarapan. Berangkat kerja. Sampai kantor. Kerja jam 9. Pulang jam 6 (paling cepat). Sampai rumah. Mandi. Istirahat. Tidur.  Setiap hari aku demikian. Senin sampai jumat. Macet itu adalah “keharusan”. Kalau tidak macet, maka aneh. 12 tahun sudah aku seperti ini. Entah sampai kapan lagi semua begini. Penghasilanku tak … Continue reading

Fictionary

I think I am in love

Pria pada wanita (1) Ini mungkin akan terdengar murahan atau malah menjijikan. Tapi aku tetap ingin mengatakan ini. Kuharap kau bersedia membacanya. Kau ingat kita pertama kali bertemu? Iya, kita bercanda ria di depan perpustakaan ketika itu, pelarian dari tumpukan tugas. Aku masih biasa saja denganmu ketika itu. Namun, sejak itu kita sering sekelompok tugas … Continue reading

Fictionary

(Tak Hanya) Diam

Kata orang, berbicara itu sulit. Buatku, itu bukan hanya kiasan, karena aku tuna wicara sejak lahir. Bukan tak ingin bicara, tapi memang aku tidak diijinkan untuk bicara sampe saat ini. Maaf bila bertemu aku dan aku hanya diam saja, bukan maksud sombong, tapi memang tak mampu.  Hidup tanpa bicara ini unik rasanya. Aku dapat mendengar … Continue reading

Fictionary

Bui

Dinding lagi. Dinding lagi. Tahanan teler habis memakai narkoba lagi. Itu lagi. Semua mata memandang, ya itu saja yang terlihat. Bosan juga lama-lama. Oh, bukan bosan. Muak mungkin lebih tepat. Siapa yang tak muak kalau begini terus berbulan-bulan. Masih ada 60 bulan lagi seperti ini – kalau masih hidup. Kalau diingat sekitar 60 bulan yang … Continue reading

Fictionary / Reflection

Namaku

Sakti Matahari. Itu nama pemberian ayah dan ibuku sejak baru lahir. Mereka mengharap aku jadi kuat untuk selalu memberikan energi bagi sekitarku. Kata orang, nama itu doa. Harapan. Namanya juga harapan, selalu akan terbaik. Aku juga ingin memenuhi harapan mereka. Kalau mampu. Kini aku hanya jadi pekerja kantoran biasa. Gajiku juga tak seberapa. Jangankan untuk … Continue reading